unmul

Studi Wisata Arus Deras Sungai Serayu Jawa-Tengah

2 May 2013 adminimapa Arung Jeram

Jeram itu bagaikan sebuah pelajaran matematik, dimana kita harus merumuskan dan mempunyai perhitungan yang matang, sehingga membutuhkan taktik yang benar dalam menentukan sudut atau derajat kemiringan untuk menghindari rintangan dan kelokan.

Kekompakan Tim Wisata Studi Wisata Arus Deras.

Kekompakan Tim Wisata Studi Wisata Arus Deras.

Study Wisata Arus Deras merupakan kegiatan yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Mulawarman (IMAPA UNMUL) di Sungai Serayu Jawa Tengah pada tanggal 24 Februari sampai dengan tanggal 08 Maret 2012, dimana tim arung jeram IMAPA UNMUL terdiri dari Mangkong, Melly, Kamto, Paulus dan Kajur.

IMAPA UNMUL mengadakan kegiatan ini karena banyaknya sungai-sungai di Kalimantan timur yang memiliki potensi-potensi wisata arung jeram. Beberapa sungai berjeram di Kalimantan Timur adalah Sungai Boh, Sungai Mahakam, Sungai Kayan, Sungai Belayan,  dan Sungai Kelai. Beberapa kendala yang dihadapi adalah akses menuju sungai yang sulit, promosi wisata arung jeram yang masih minim dan pengelolaan yang belum direncanakan dengan profesional. Keaadaan ini berbanding terbalik dengan daerah di Pulau Jawa dimana wisata arung jeram sudah menjadi asset yang bisa menjadi andalan di bidang pariwisata.

Untuk sampai ke Sungai Serayu, harus menempuh perjalanan yang panjang, dengan jalan yang menanjak dan menurun. Dengan 3 kali menaiki bis yang berbeda dan dengan sedikit berjalan kaki. Dimana kondisi jalan yang cukup baik karena dapat dilalui untuk kendaraan roda 4 besar itu. Pengarungan dimulai di Desa Kutayasa, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Desa Kutayasa merupakan desa aliran sungai dengan zona pengunungannya yang dekat dengan kota, dimana berbatasan dengan wilayah-wilayah dari timur Desa Sempol Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo, dari barat Desa Pagelak, Pekauman, dari utara Desa Pekauman Madukara Talunamba dan dari selatan berbatasan dengan Sungai Serayu.

Wisata Rafting Bannyu Woong Adventure Sungai Serayu yang berkerjasama dengan The Pikas menyediakan fasilitas seperti Rafting, Camping, outbound dan pantball dengan fasilitas tambahan seperti rumah joglo, rumah panggung, parkir area, kamar mandi, musholla, free hotspot area, pemancingan, pijat refleksi dan terapi ikan dimana tidak hanya bagi para rafter saja, karena banyak juga wisatawan yang tertarik ingin mencoba membeali sangat jeram si sungai serayu. Tapi rafting yang menjadi peran utama karena adanya sungai serayu yang begitu menawan bagi para petualang rafter.

Jeram-jeram yang sudah kami temui pada saat memulai pengarungan. Kami harus bisa menahan arus yang cukup deras di sungai besar itu. Apalagi sejak hari pertama kedatangan kami, debit air naik dikarenakan hujan yang selalu turun pada pagi dan sore hari sehingga sangat berpengaruh pada bentuk permukaan sungai.

Kegiatan pengarungan yang pernah dilaksanakan IMAPA UNMUL yaitu Arung Jeram Sepekan (ARJESE) di Sungai Sa’dan Kabupaten Toraja Sulawesi Selatan, Ekspedisi Etam Bebaya, Kayakin di Toraja, Ekspedisi Sungai BOH Kutai Barat Kalimantan Timur, Arung Mahakam dan melakukan pendataan Jeram di sungai Bahau dan Long Pahangai.

Awal pengarungan, awak kami terjatuh saat perahu melalui jarus jeram yang kuat dan hampir tertelan oleh ganasnya ombak sungai serayu. Melewati jeram double droop dan hole yang grade 3+ ini tak ayal harus kami hadapi. “Kalau saya bilang dayung maju kuat, dayung yang kuat dan bila saya bilang masuk ke dalam perahu semua, masuk semua didalam perahu ya” kata mas ipam sang kapten atau biasa disebut skipper pada saat itu. Tapi tak ada pilihan, karena jalur kanan jeram hole yang sangat ganas menghadang dan jeram double drof di jalur kiri juga menanti, lalu kami memilih jeram double drof untuk dilewati. Setelah melewati jeram tersebut, perahu kami terhisap oleh sang undercut yang sangat dalam sehingga perahu kami cukup sulit untuk keluar. “dayung kanan kuat” kata mas ipam, karena kami harus bisa lepas dari undercut itu.

Melewati Double Drop yang mematikan.

Melewati Double Drop yang mematikan.

“ayo kita ulangi lagi” kata kamto sang ketua tim. Mas ipam pun mengiyakan. Lalu kami mencoba untuk kedua kalinya melewati jeram yang sama. “ayo, kita taklukkan jeram ini’ kata kamto yang saat itu sebagai skipper menggantikan mas ipam tapi masih ada mas ipam sebagai tandemnya. Kami melewatinya lagi. Ingin mencoba melewati jalur kanan, yaitu arus yang sangat deras sehingga membentuk hole yang besar. Lalu mas ipam juga mengiyakan, tapi kali ini tidak ditemani dia.

Mencoba untuk menaklukan hole yang besar itu. Pada saat perahu mulai melewati hole, perahu langsung terhisap dan sempat terlipat tapi awak langsung melawan dengan keras. Seru, saat kami melewatinya. Kekhawatiran, kecemasan dan kegembiraan bercampur aduk menjadi satu pada saat itu. “woooww” teriak mas ipam dari pinggir sungai sambil mendokumentasikan terlihat sangat antusias.

Melly dan mas ipam terjatuh pada saat perahu melewati standing waves yang deras. Awak dengan sigap langsung naik kembali ke perahu karena didepan masih ada jeram dan batu-batu besar. Tak ayal memang jeram dwi yang kami temui lagi berarus sangat deras dengan beberapa hole yang terbentuk.

Perpisahan dengan Mas Gundul selaku pemilik Rafting Banyu Wong Sungai Serayu Banjarnegara.

Perpisahan dengan Mas Gundul selaku pemilik Rafting Banyu Wong Sungai Serayu Banjarnegara.

Jeram sungai ini sangatlah menawan. Bukan hanya riam-riam airnya, tapi juga pemandangan alamnya dan juga masyarakat sekitarnya. sungai serayu menyajikan keindahan desa-desa dan luasnya lahan persawahan dan perkebunan salak pondoh.


Leave a Reply

Powered by WordPress and HQ Premium Themes.