unmul

Pemanjatan Tebing Batu Butok

29 November 2014 adminimapa Panjat Tebing

Aplikasi pemanjatan tebing Batu Butok

17 – 18 April 2014

Salah satu aplikasi panjat tebing IMAPA UNMUL tahun 2014 dilaksanakan di Desa Batu Botok, Kab. Paser pada tanggal 17-23 April 2014, aplikasi ini merupakan aplikasi lanjutan dari pemanjatan tebing Batu Besaung.  Aplikasi ini diikuti oleh 5 orang anggota divisi yakni M. Alkahfi Erwin (Dingbo), Surianti Bella (Tenga), Leonardo Nainggolan (Batayo), Romiansyah (Nebo) dan M. Dayattullah (Tebe). Seperti halnya pemanjatan pada umumnya selalu ada misi yang diemban. Adapun misi yang kita bawa kesana adalah top, pengaplikasiaan Artificial teknik, Pemetaan jalur serta menejemen kegian yang baik.

Perjalanan menuju lokasi dari samarinda memakan waktu kurang lebih 8 s/d 9 jam dengan menggunakan bus. Namun kali ini kami menuju lokasi tidak menggunakan bus melainkan menumpang (ngompreng), sehingga perjalanan kami tempuh seharian penuh (± 24 jam). Selama perjalanan kami hampir tidak ada istirahat total.

Tiba di tempat tujuan sekitar pukul 16.00 WITA kami langsung mencari tempat untuk camp. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah kosong dimana sebelumnya telah minta izin kepada kepala desa setempat. Setelah semua perizinan selesai kami langsung bersih-bersih dan mempersiapkan makanan untuk disantap pada malam hari. Setelah makan malam kami langsung breafing untuk merencanakan teknis pemanjatan keesokan harinya. Dari breafing disepakati bahwa untuk untuk lead, belayer adalah Nebo dan Tebe sedangkan Batayo dan Tenga jadi pemeta jalur, dokumentasi langsung di handle oleh Dingbo. Untuk teknik pemanjatan adalah teknik artificial. Setelah breafing kami mempersiapkan peralatan pemanjatan untuk esok hari lalu istirahat.

19 April 2014

Habis bangun tidur kami mempersiapkan sarapan pagi lalu sarapan. Setelah sarapan kami melakukan pemanasan dan langsung bergegas menuju bibir tebing yang tepat berada di depan rumah kosong yang kami tempati. Tebing yang  akan kami taklukkan hari ini adalah tebing dengan jenis batuan karst dan banyak terdapat vegetasi. ketinggian tebing ± 100 meter dengan bentuk kebanyakan face dan hang. Sebelum pemanjatan dimulai leader dan belayer melakukan orientasi medan (ormed), tak lupa juga memajatkan doa kepada Tuhan yang maha esa. Setelah ormed leader dan belayer mempersiapkan mempersiapkan peralatan yang akan digunakan sesuai hasil ormed. Pada pukul 08.30 WITA pemanjatan dimulai, pada ketinggian ±20 meter team membuat pitch pertama. Dari pitch pertama leader dan belayer rolling position, dimana Tebe menjadi leader sedangkan Nebo menjadi belayer. Pada ketinggian ±35 meter dibuat pitch kedua, lalu istirahat dan makan siang ditebing.

Setelah makan siang selesai pemanjatan dilanjutkan dengan formasi Tebe leader dan Nebo belayer. Pada bagian ini merupakan yang tersulit dari ormed yang kita lakukan dan betul saja team tidak berhasil mencapai top walaupun sudah mencari medan termudah. Kondisi tebing pada bagian tebing yang ini memang sangat jarang vegetsai dan minim cacat batuannya sehingga sangat sulit untuk dilewati. Pada pukul 06.00 WITA pemanjatan diakhiri dan kembali ke camp. Setelah di camp kami langsung melakukan pengecekan peralatan yang kami bawa tadi ke tebing.

Pada sore hari tebing akan  menjadi arena akrobatik monyet ekor panjang dan juga kera, vegetasi yang cukup memadai menjadikan para hewan langka ini senang berada disana. Ini menjadi tontonan kami setiap hari, sebab sangat jarang hal seperti kami temukan di Samarinda.

Seperti biasanya setelah makan malam kami mengadakan evaluasi pemanjatan satu harian itu, kemudian dilanjutkan dengan breafing. Hasil brefing menyepakati bahwa esok hari pemanjatan akan dilakukan oleh team yang berbeda dari hari sebelumnya yakni batayo sebagai leader, Tengan belayer dan pemeta jalur adalah Tebe dan Nebo sedangkan untuk dokumentasi tetap di handle oleh Dingbo. Setelah breafing kami kembali mempersiapkan perlengkapan pemanjatan esok lalu istirahat.

20 April 2014

Setelah sarapan pagi kami melakukan pemanasan ringan lalu bergegas menuju tebing. Seperti hari sebelumnya sebelum pemanjatan dimulai kami melakukan ormed lalu prepeare peralatan keamanan pemanjatan. Pemanjatan dimulai pada pukul 09.00 WITA dan istirahat makan siang pada pukul 14.00 WITA. Untuk pitch yang terpasang ada 3 pitch dengan jarak masing-masing pitch adalah ±20 meter. Setelah makan siang pemanjatan dilanjutkan dan batayo tetap sebagai leader. Pemanjatan pada hari ini akhirnya mencapai top sekitar pukul 17.00 WITA dengan total pitch yang dilalui adalah 5 pitch.

Setelah selesai kami kembali ke camp dan melakukan pengecekan kembali akan peralatan yang kita bawa ke tebing tujuaannya untuk memastikan apakah kuantias dan kualitas masih sama seperti sebelum digunakan untuk pemanjatan hari ini. Setelah itu kami bersih-bersih dan mempersiapkan hidangan untuk makan malam. Setelah makan malam kami mengevaluasi pemanjatan hari ini lalu breafing. Dari kesepakatan breafing, team yang akan melakukan pemanjatan esok hari adalah team yang tidak top pada hari pertama. Setelah breafing kami mempersiapkan peralatan untuk kegiatan pemanjatan besok lalu istirahat.

21 April 2013

Setelah bangun pagi kami kembali dengan rutinitas pagi kami selama aplikasi yaitu memasak lalu sarapan. Setelah sarapan lalu pemanansan ringan kemudian berangkat menuju tebing. Pada hari pemanjatan dimulai pada pukul 08.30 WITA dan berakhir pada pukul 12.00 WITA. Pemanjatan pada hari ini memang sedikit terganggu sebab gerimis sempat turun saat pemanjatan baru berjalan 1 jam, namun tidak semua bagian permukaan tebing basah sehingga pemanjatan tetap dilanjutkan.

Leader dan belayer  mencapai top sangat diluar perkiraan sebab team hanya membutuhkan waktu ±3,5 jam untuk mencapai puncak. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan dengan pemanjatan di hari pertama yang tidak top oleh team yang sama. Dari penuturan Tebe hal ini terjadi sebab dihari pertama mereka terjebak pada tebing yang hampir tanpa cacat batuan dari pengalaman itu team mencari jalur lain dengan cara menyisir kearah sebelah kanan. Dari sejak IMAPA UNMUL pertama kali sampai dengan hari ini melakukan pemanjatan di tebing Batu Butok, ini merupakan pemanjatan yang tercepat mencapai puncat, selamat buat team. Setelah semua peralatan di clean dari tebing kemudian kami kembali ke camp untuk makan siang bersama.

Sehabis makan siang bersama kami langsung bersih-bersih lalu packing segala peralatan yang kami bawa dari samarinda. Kami memutuskan untuk mengakhiri kegiatan pemanjatn ini lebih awal dari target waktu yang sudah ditentukan sebelumnnya karena misi yang kami bawa sudah tercapai secara maksimal. Setelah semua beres kami pamitan kepada bapak kepala desa lalu kami kembali ke Samarinda. Perjalanan kami ke Samarinda masih tetap numpang, namun perjalan ke maupun dari Samarinda dengan cara menumpang membawa banyak kisah suka-duka. Setelah sampai di Samarinda kami langsung melakukan evaluasi umum dan mengembalikan perlengkapan kegudang IMAPA UNMUL. Sekian dan terimakasih.


Leave a Reply

Powered by WordPress and HQ Premium Themes.